Sunday, November 20, 2011

PENDAKIAN/MOUNTAINEERING



A.    PENGERTIAN & SEJARAH MOUNTAINEERING
Mountaineering atau juga disebut aktifitas pendakian gunung dalam arti luas merupakan suatu perjalanan.
Pendakian merupakan suatu keseluruhan dari aktivitas yang dilakukan dalam pendakian. Berdasarkan daerah dan medannya, Pendakian dibedakan menjadi 4 bagian yaitu: 
 
1. Climbing
Adalah pendakian yang lebih di tekankan pada segi pemanjatan. Biasanya untuk menuju puncak jalan seamakin susah dilalui, bahkan terkadang batuan bercadas dan tidak mungkin dilalui denagan kedua kaki saja, tetapi dilakukan dengan cara memanjat. Karena itulah diperlukan adanya tehnik-tehnik panjatdan peralatannya serta pemasangan pengamanan climbing ini meliputi:


  • Rock climbing, pendakian pada tebing batu.
  • Snow and ice climbing, pendakian di es dan salju. 
2.    Hill Walking
Merupakan suatu kegiatan yang mana kegiatan tersebut terdapat jalur yang dapat dilewati dengan berjalan kaki saja. Meskipun juga terdapat kemiringan tetapi masih juga dapat dijangkau dengan kaki. Disamping keterampilan dan peralatan mendaki, dibutuhkan pengetahuan tentang kemah induk, kemah depan, keterampilan pengorganisasian dan perlengkapan tambahan seperti oksigen, alat komunikasi dan lain-lain.

3.  Scrambling
Kategori ini masih sama dalam satu  rangkaian pendakian dan biasanya tidak terpisahkan, hal ini dikarenakan faktor menjelang puncak. Seperti yang pertama, tetapi scrambling ini hanya menggunakan tangan dan kaki tanpa harus amemanjat apapun, medan yang dilalui bertambah sulit maka dalam pendakian tidak menggunakan kaki saja melainkan sudah menggunakan tangan untuk berpegangan.
Pada abad ke XIX Pendakian memisahkan diri dari climbing dalam arti lebih mengkususkan pada pendakian gunung saja.

B.    PERALATAN

Peralatan yang digunakan dalam pendakian di bagi menjadi 3 (tiga) yaitu: perlengkapan pribadi, perlengkapan tambahan dan perlengkapan regu. Sedangkan perlengkapan tersebut perinciannya adalah:

1.    Perlengkapan pribadi
  • Sepatu yang memberikan perlindungan pada kaki dan cocok untuk perjalanan.
  • Pakain yang dapat melindungi dari ganguan medan dan cuaca. Seperti; topi lapangan, topi penghangat (hamlet/kerpus),  baju hangat atau jaket, pakain pelindung hujan dan angina (raincoat), sarung tangan dan kaos kaki.
2.    Perlengkapan Tambahan
Adapun perlengkapan tamgbahan yang memberikan perlindungan/kenyamanan dan keamanan bagi tubuh kita meliputi; karier (ransel), pembekalan makanan dan minuman (logistic), alat masak (nesting dan kompor lapangan), korek anti badai, alat utuk makan dan minum, alas tidur (sleeping bag), obat-obatan pribadi, alat penerangan (senter, lilin), pisau lapangan dan alat tulis.

3.    Perlengkapan regu
Sedangkan perlengkapan regu yang paling penting adalah; peta, kompas, tenda, lampu tenda /lilin, PPPK dan radio komunikasi lapangan.

C.    PACKING
Packing adalah pengemasan atau persiapan kebentuk yang sederhana dan mudah. Seorang pendaki harus mengerti dapat mengerti akan packing ini agar memper mudah dalam mengalami hambatan dalamperjalanan. Packing memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang luas dan kususnya tentang tata cara memenage  sesuatu yang kecil dalam sesuatu yang besar.
Adapun mengenai tehnik atau tata cara tersebut adalah:
  1. Carier/ransel didalamnya dililit rentang matras agar punggung tidak sakit karena itu akan sesuai dengan lekukan punggung.
  2. Segala bentuk barang bawaan yang kiranya tidak tahan terhadap hujan dibungkus dengan plastic.seperti pakain, kamera, korek api, dompet dan bahan-bahan makanan.
  3. Meletakan barang-barang bawaan yang ringan paling bawah dalam karier/ransel. Misalnya sleeping bag, baju penghangat, selimut, pakaian dan lain sebagainya.

D.    KESIAPAN DASAR YANG DIPERLUKAN

Untuk melakukan wisata berpetualang mendaki gunung diperlukan beberapa persyaratan tertentu, sebagai persyaratan dasar yang di perlukan oleh seorang pendaki yaitu;
1.    Pengetahuan dan keterampilan.
Meliputi pengetahuan tentang penggunaan peta dan kompas, pengetahuan tentang medan, cuaca, tehnik-tehnik pendakian, pengetahuan tentang alat pendakian dan lain sebagainya.
Untuk melaksanakan kegiatan ini perlu di tunjang dengan latihan-latihan yang teratur dann untuk meningkatkan keterampilan dengan lebih baik serta harus sering terjun kelapangan.
Untuk mengetahui seluruh tehnik dasar olah raga ini (Pendakian) dapat dipelajari pada perhimpunan pendakian gunung diseluruh tanah air. Pengetahuan utama yang perlu diketahui/dikuasai  adalah pengetahuan tentang tehnik hidup dialam bebas meliputi penggunaan peta dan kompas, tali temali, PPGD/PPPK, survival dan lain-lain.
2.    Kondisi fisik yang memadai.
Berhasil tidaknya suatu pendakian tergantung pada kekuatan fisik. Agar mempunyai kondisi fisik yang baik dan siap, maka harus banyak berlatih.
3.    Mental.
Seorang yang melakukan wisata berpetualang mendaki gunung harus tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan didalam alam terbuka. Tidak mudah putus asa dan berani dalam arti sanggup menghadapi tantangan dan mengatasinya secara bijaksana dan juga berani mengakui keterbatasan kemampuan yang dimiliki.
4.    Manajemen ekspedisi
Seorang yang melakukan suatu pendakian haruslah mengerti dan menguasai manajemen ekspedisi.

E.    PERSIAPAN SEBELUM BERANGKAT
Sebelum melakukan kegiatan mendaki gunung hendaknya perlu diperhatikan;
  1. Kemampuan ketua team dan anggota team lainnya dalam menghadapi medan yang akan ditempuh.
  2. Mempelajari medan yang akan ditempuh, cara pencapaian, kemiringan, tipe hutan/batuan, ketinggian dan lain sebagainya.
  3. Merencanakan jalur pendakian seteliti mungkin. Mengkirakan tempat dimana bisa beristirahat/berhenti dengan tenang dan nyaman, mengecek medan yang akan dihadapi. Hal ini akan memberikan gambaran tentang medan yang akan kita lalui.
  4. Memperkirakan waktu yang di gunakan untuk dapat menyelesaikan pendakian. Hal ini mempengaruhi perbekalan yang harus kita bawa.
  5. Memeriksa segala perlengkapan pendakian.
  6. Mempersiapkan surat jalan dari Club/perhimpunan/organisasi dan melapor kepada instansi setempat yang berwenang.
  7.  Membawa kartu pengenal (KTP/kartu pelajar/KTA).

F.    TEKNIK POKOK & PELAKSANAAN
Setelah mempersiapkan segala sesuatu dengan cermat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu melakukan kegiatan baik untuk menjaga keselamatan pribadi atau team maupun keberhasilan pendakian, antara lain;
  1. Usahakan setiap pendakian dilakukan secara beregu minimal 1 regu terdiri dari 3 orang yang satu menjadi pemimpin pendakian
  2. Menunjuk orang yang lebih berpengalaman sebagai ketua team dan selalu menjaga kebersamaan
  3. Mengenali medan yang dilalui secara seksama  dan memperkirakan jalan turun yang dirasa paling memungkinkan dengan kondisi team yang ada.
  4. Beristirahat dengan cukup dan tidak terlalu memaksa diri.
  5. Melakukan pendakian dengan tepat dan sedapat mungkin memenuhi tarjet waktu yang telah ditentukan.

G.    BEBERAPA RESIKO PENDAKI GUNUNG
Beberapa resiko yang mungkin dihadi dalam pendakian gunung, antara lain;
1.    Terjatuh
Medan pendakian sering licin karena hujan, lumut, embun dan sebagainya. Untuk menghindari hal ini, maka pendaki harus mengikuti syarat-syarat pendakian dengan baik serta perlengkapan yang sempurna dan sadar akan keadaan sifat dan alam.
2.    Serangan binatang buas/berbisa.
Yang sangat dikhawatirkan adalah serangan ular berbisa dan binatang buas lainnya. Untuk menghindari hal semacam itu, diharuskan bagi pendaki memakai sepatu lapangan yang baik dan tebal seperti "Jungle Boot", baju lapangan yang baik dan tebal.
3.    Kedinginan
Terjadi karena tidak memiliki persiapan yang matang dan kelengkapan yang kurang memadai seperti jaket, selimut serta penghangat lainnya. Dan hal yang perlu diingat, selalu waspada terhadap cuaca di lokasi pendakian.
4.    Tersesat
Sudah merupakan resiko pendakian, namun dapat dihindari bila para pendaki mengikuti ketentuan pendakian dan dilengkapi dengan peralatan pendakian yang memadai seperti kompas dan peta lokasi. Dan yang terpenting adalah memberi tanda-tanda khusus pada setiap persimpangan yang dilalui tanpa harus merusak fauna yang ada.
5.    Kebakaran hutan
Bahaya kebakaran hutan dapat terjadi apabila seorang pendaki membuang puntung rokok secara sembarangan atau membuat api unggun serta memasak dengan kayu kemudia kurang teliti tatkala memadamkannya.
Perlu diingat bagi seorang pendaki sejati membuat api unggun adalah perbuatan yang tabu. Apabila larangan ini dilanggar, besar resiko yang akan dihadapi seseorang atau kelompok.
Jalan terbaik untuk menghindarinya adalah :
•    Hindari membuang puntung rokok secara sembarangan
•    Hindari pembuatan api unggun dan memasak menggunakan kayu di areal pendakian.
Hampir semua kegiatan mengandung resiko, namun dengan dikenalkannya resiko itu serta pencegahannya, maka kemungkinan resiko tersebut dapat ditekan seminim mungkin bahkan dihindari dengan mengadakan persiapan matang diiringi sikap hati-hati.

H.    MANFAAT PENDAKIAN
Kegiatan ini mempunyai manfaat antara lain :
  1. Dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dengan segala isinya, serta dapat dijadikan sarana memupuk persaudaraan sesame pecinta alam, meningkatkan ketahana tubuh disamping rekreasi dan mengisi waktu senggang.
  2. Dapat mengenal kaadaan kehidupan di alam bebas dengan lingkungannya, hawa segar, bebas dari polusi dan kebisingan serta kepekaan hidup sehari-hari, dan kesantaian suasana alami yang nikmat.

No comments:

Post a Comment