Di dalam menempuh perjalanan hidup ini, tidak jarang seseorang bahkan pemerintah, perusahaan serta lembagapun mengalami saat krisis guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Untuk memecahkan situasi demikian itu dituntut sikap tegas dan cara penyelesaian yang cepat dan tepat. Dalam situasi dan kondisi seperti inilah diharapkan kehadiran seorang pemimpin. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai kecakapan dan kemampuan untuk mempengaruhi, mengajak, mengumpulkan, dan menggerakkan orang lain untuk menangani masalah yang ada pada saat itu. Mereka adalah orang-orang yang mampu membina orang lain untuk membentuk suatu kesatuan kerja dan bersama-sama mereka bekerja, bahkan kadang-kadang rela berkorban demi suksesnya pekerjaan itu.
A. Pengertian kepemimpinan (leadership)
Kepemimpinan berasal dari kata "pimpin" yangb berarti menuntun, membimbing, mendorong serta menggerakkan orang lain melalui pengaruhnya. Sedangkan "kepemimpinan" adalah suatu proses mempengaruhi aktifitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan. Sedangkan menurut Stogdill kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi aktifitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan. Sedang yang membuat keputusan dan pemegang kekuasaan adalah pemimpin. Adapun dalam memilih pemimpin menurut Shartle, antara lain :
- Orang yang mempunyai pengaruh positif terhadap orang lain atau organisasi.
- Seorang yang mempunyai lebih banyak pengaruh positrif daripada anggota-anggota lain dalam suatu organisasi.
- Seorang yang paling banyak berpengaruh dalam menentukan dan mencapai tujuan kelompom atau organisasi.
Pada dasarnya, ada 2 bentuk kepemimpinan, yaitu :
- Kepemimpinan menurut sifatnya
- Kepemimpinan menurut jenisnya
- Kepemimpinan yang bersifat individual
- Kepemimpinan yang bersifat kelompok atau lembaga
- Sedangkan kepemimpinan yang berdasarkan jenisnya ada 2, yaitu :
- Kepemimpinan terpusat. Yangmana pemegang kekuasaan dan pembuat keputusan terdapat pada satu orang secara mutlak tanpa ada pertimbangan yang lain. Contoh: TNI atau Polri.
- Kepemimpinan demokrasi. Sama dengan diatas tetapi pengambilan keputusan melalui pertemuan-pertemuan dan rapat bersama, seh8ingga hasil keputusan ini bersifat atas persetujuan dan keputusan bersama.
C. Bentuk Kepemimpinan dalam Organisasi Pecinta Alam
OPA menggunakan bentuk kepemimpinan demokrasi yaitu pengambilan keputusan dan policy organisasi berdasarkan hasil musyawarah dengan melalui rapat yang diadakan oleh ketua umum atau dewan pengurus harian apabila terdapat dalam kondisi tertentu, dengan anggota-anggota yang lainnya.
Dalam melaksanakan sebuah kepemimpinan, ada 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Kekuasaan
Ialah kekuatan, oboritas dan legalitas yang memberi wewenang kepada pemimpin untuk berbuat sesuatu.
2. Kewibawaan
Ialah kelebihan, keunggulan, dan keutamaan, sehingga anggota dapat patuh pada pemimpin, dan berusaha melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.
3. Kemampuan
Ialah segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan ketrampilan tehnis, akademis maupun social yang dianggap melebihi dari kemampuan anggota lain.
D. Manfaat mempelajari kepemimpinan
- Menutupi kekurangan dan tidak sempurna pola organisasi atau lembaga.
- Mengatur perubahan yang terus-menerus mengenai kondisi lingkungan. Penyesuaian terhadap situasi dan setiap perubahan yang ada.
- Menyempurnakan dinamika intern organisasi atau lembaga, karena organisasi atau lembaga selalu tumbuh dan berkembang, maka perlu adanya penyempurnaan susunan, kebijaksanaan, koordinasi dan lain sebagainya.
No comments:
Post a Comment