A. PENDAHULUAN
Tali atau tambang merupakan alat yang sangat diperlukan dalam kegiatan dialam bebas tali sangat dibutuhkan oleh kalangan pecinta alam dalam melakukan tugasnya atau kegiatan di alam bebas, karena kegunaannya sangat luas sekali.
Bahan umum yang dipakai untuk membuat tali adalah serat tanaman dan ada juga yang memakai serat sintetis seperti: nylon dan terylene.
B. JENIS-JENIS TALI
1. Tali Serat Alam (hawser laid)
sebelum tali sintetis, orang-orang memakai tali serat alam. Dan sekarang jarang sekalai dipakai kecuali untuk berlatih dan mendaki tebing-tebing yang tidak berakibat fatal bagi pemanjat dan masih sering dipakai terutama untuk berlatih turun tebing. Tali ini relative lebih tahan terhadap abrasi (gesekan), kurang tahan terhadap zat kimia, sulit dibuat simpul, dan tali ini mempunyai daya lentur yang tinggi.
Kelemahannya tali ini mudah rusak karena basah dan lembab, seratnya mudah bercerai-cerai. Tali ni lebih berat apabila dipakai untuk memanjat.
2. Kern Mantel
Tali tersebut terdiri dari dua bagian yaitu: bagian luar (mantel/pelindung) dan bagian dalam atau inti (kern). Tali ini mempunyai daya lentur yang sangat berfariasi antara (25-75 persen), kekuatan tali ini sangat besar bisa menanggung beban seberat 2000 Kg. untuk diameter 11 dan 12 mm.
Tali ker Mantel yang sampai sekarang masih dipakai oleh para pemanjat diseluruh dunia. Tali ini yang terkenal adalah buatan: Edelrid, Beal, Mammut dan merk yang lainnya. Ukuran standart tali yang bisa dipakai untuk panjat adalah 11 mm dengan panjang sekitar 45 m, sering pula yang dipakai berukuran 9 mm, relative lebih ringan dan cukup kuat tetapi lebih mudah putus bila tergesek dan tali ini sangat tepat bila digunakan untuk pemanjatabn yang mudah ( snow climbing). Adapula tali dengan dia meter 7 mm yang sering digunakan untuk mengangkat atau menaikan barang-barang (sack hauling)
3. Tali Pita (webbing)
Berbentuk tabung atau pipih (plate), sangat berguna untuk pemasangan tambatan alami. Lebar webbing yang dianjurkan untuk di gunakan lebih besar atau sama dengan 30 mm. Juga bisa digunakan sebagai pengganti harnest, back-up ancor dalam pemanjatan dan juga bisa di gunakan untuk membuat seling yang sangat berguna untuk pemasangan tambatan alami.
C. SIFAT TALI
- Terhadap gesekan
Umumnya tebing arang yang tajam, terutama Cliff, tali ini sangat mudah rusak bila bergesek, dengan adanya sheat (lapisan luar), Core dapat terjaga dengan baik. Bila menggunakan tali untuk menurunkan sesuatu dan terkena gesekan karang, sangat bijaksana sekali bila di beri alas pada tempat yang bergesek. Jadi tabu untuk berjalan diatas tali ( menginjaknya), karena menyelamatkan nyawa.
- Terhadap zat kimia
Kern mantel sangat peka terhadap zat kimia seperti bensin, oli, terpentin, dan asam-asam, bahkan sabun ditergen atau sampo. Jadi jauhkanlah dari zat-zat kimia.
- Terhadap panas
Karena merupakan bahan sintetis, tali ini tidak tahan terhadap sinar matahari dan sangat baik disimpan ditempat yang teduh.
- Daya lentur
Kernmantel dapat memanjang beberapa persen, bila mendapat beban. Sifat khusus ini sangat membantu dan akan mengurangi shock yang terjadi apabila pemanjat jatuh (gambling).
- Pengaruh simpul
Pembuatan simpul pada tali cenderung mengurangi kekuatannya, misalnya simpul 8 (delapan) mengurangi kekuatan tali sampai 10 persen dan simpul-simpul lainnya lebih dari itu.
D. PERAWATAN TALI
- Tali yang telah kotor, cukup dicuci dengan air tawar (hangat) untuk dihilangkan kotorannya yang tertinggal jangan memakai obat pencuci seperti yang telah di sebutkan diatas:
- kemudian keringkan (jangan sampai terkena sinar matahari langsung) sampai tali betul-betul kering dan diangin-anginkan.
- Tali yang telah kering di beri bedak (khusus tali yang terbuat dari bahan serat nanas)
- Bebaskan dari tempat yang lembab (juga tidak banyak terkena panas) serta jauhkan dari zat yang mudah rusak.
- Dalam penyimpanan tali dalam keadaan tergantung.
E. SIMPUL TALI
Persyaratan simpul yang baik adalah sebagai berikut:
- Mudah untuk di buat
- Mudah dilihat kebenarannya dari model lilitannya
- Aman, dengan ikantan tidak tergerak dan tergeser ataupun saat di bebani.
- Mudah dilepas saat di bebani
- Mengurangi kekuatan tali sedikit mungkin.
Kekuatan simpul tergantung dari jenis simpul apa yang di buat, sebab simpul akan mempengaruhi kekuatan tali itu sendiri. Biasanya simpul akan mempengaruhi 30 s/d 40 % kekuatan tali. Seperti misalnya kekuatan tali 600 kg tetapi jika diberi simpul maka tali tersebut akan berkurang kekuatannya sampai 400 %.
Ada beberapa tehnik simpul yang menjadi dasar dan digunakan dalam kegiatan ini yang antara lain adalah:
a. Simpul dasar ( over Hand Knot)
Simpul ini merupakan simpul yang paling dasar, simpul ini biasa digunakan pada ujung tali untuk menghentikan gesekan atau mengunci simpul.
b. Simpul pita (Water Knot)
Merupakan simpil yang serupa dengan simpul dasar tetapi fungsinya digunakan untuk menyambung webbing/sling tali yang berbentuk pipih meski dalam keadaan basah.
c. Simpul Delapan (Figure Eight Knot)
Simpul ini biasanya digunakan untuk berbagai macam seperti mengikatkan tali ke harnest karena simpul ini hanya mempengaruhi kekuatan tali hanya sebesar 10 jika dipergunakan untuk keperluan yang semestinya, membuat tambatan, membuat pengaman dan lain sebagainya.
Menurut cara pembuatannya simpul ini digolongkan menjadi 2 (dua) jenis yaitu:
• Simpul Delapan Tunggal (Figure Eight Knot)
• Simpul Delapan Ganda (Double figure Eight Knot)
4. Simpul kambing (Bowline Knot)
Fungsinya sama dengan simpul delapan, tetapi pembuatannya lebih sederhana. Simpul ini tidak dianjurkan untuk mengikat tali pada harnest jika melakukan pemanjatan tebing yang tinggi, karena sering mengalami kelemahan (telepas dengan sendirinya).
5. Simpul Pangkal (Clove Hitch)
Simpul ini biasanya digunakan untuk mengaitkan tali ke karabiner pada ancor dan fungsi lainnya yang sejenis, simpul ini bila diberi beban yang kuat akan mengunci dengan kuat.
6. Simpul Nelayan ( Fisherman Knot)
Gunanya untuk menyambung tali yang sama besar, karena bisa memberi kekuatan tali yang penuh pada takli yang disambung.
7. Simpul Prusik
Simpul ini sangat terkenal dan sering digunakan untuk menggantikan frungsi jumar, karena simpul ini bila di beri beban akan mengikat dengan kuat tetapi bila tidak diberi akan mudah lepas.
8. Simpul Jangkar
Sering dipergunakan untuk menyambung sling pengaman dengan karabiner, piton ataupun pengaman lainnya bila dalam suatu kasus pengaman yamh digunakan tidak bisa langsung dipakai ke carabiner. Biasanya digunakan untuk memasang piton yang posisi penempatannya menggantung, sehingga lebih aman menggunakan simpul ini daripada dikaitkan langsung pada carabiner.
9. Simpul lepas
Fungsinya adalah agar mudah melepas dan kita gunakan apabila dalam keadaan kita jauh dari simpul dan menuruni tebing dengan tanpa meninggalkan alat.
No comments:
Post a Comment